Lumba-lumba Tersesat di Mahakam Ditemukan Mati

LOA KULU – Bangkai seekor lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik yang diduga tersesat di aliran Sungai Mahakam ditemukan hanyut di wilayah perairan Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (18/7/2026).

Satwa tersebut kemudian ditangani bersama oleh sejumlah pihak sebelum dikuburkan di wilayah RT 005 Desa Rempanga. Penanganan dilakukan setelah bangkai mamalia laut itu dilaporkan berada di perairan desa setempat.

Pemerintah Desa Rempanga bersama warga setempat juga ikut membantu sejak pelaporan awal, pemantauan, pencarian, evakuasi, hingga penguburan bangkai lumba-lumba.

Pada hari pertama, penanganan melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Selanjutnya, pada Minggu (19/7/2026), Balai PK Pontianak melaksanakan respons cepat terhadap laporan penemuan bangkai mamalia laut tersebut.

Bersama Pemerintah Desa Rempanga dan masyarakat, tim Balai PK Pontianak melakukan koordinasi, pencarian, evakuasi, serta penanganan bangkai sesuai prosedur. Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari penanganan lanjutan terhadap satwa laut yang ditemukan mati di aliran Sungai Mahakam.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, satwa itu merupakan lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Bottlenose Dolphin dengan nama ilmiah Tursiops aduncus. Lumba-lumba tersebut berjenis kelamin jantan dengan panjang tubuh sekitar 223 sentimeter.

Tim juga mengambil sampel jaringan kulit sebagai bahan pemeriksaan dan analisis deoxyribonucleic acid (DNA). Pemeriksaan itu dilakukan untuk mendukung konfirmasi spesies sekaligus menambah data ilmiah mengenai mamalia laut di Indonesia.

Setelah proses pemeriksaan selesai, bangkai lumba-lumba dikuburkan sesuai prosedur di wilayah RT 005 Desa Rempanga. Sementara itu, sampel jaringan diserahkan kepada Yayasan Konservasi RASI untuk penyimpanan dan analisis lebih lanjut.

Lumba-lumba tersebut diduga tersesat terlalu jauh dari habitat alaminya di perairan laut hingga masuk ke Sungai Mahakam. Sebelum ditemukan mati di wilayah Loa Kulu, satwa itu sempat dilaporkan terlihat di perairan Samarinda hingga Kecamatan Kota Bangun.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian lumba-lumba tersebut. Namun, temuan ini menjadi perhatian karena mamalia laut itu berada jauh dari habitat asalnya.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera melaporkan kepada instansi berwenang apabila menemukan satwa laut terdampar atau tersesat di wilayah sungai. Pelaporan cepat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai prosedur.

Penulis : Dewi Febriyani K. S.Psi.

Bagikan dengan cinta

Check Also

Bupati Kukar Resmikan Rumah Layak Huni Hasil Kolaborasi Polres dan BAZNAS

LOA KULU – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meresmikan sekaligus meninjau Rumah Layak Huni …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright 2022 Pemerintah Desa Rempanga